Peran Dokter Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial Serta Penanganan Penyakit

dokter spesialis bedah mulut bandung

Kesehatan gigi dan mulut masih sering dilupakan oleh beberapa orang, bahkan tidak sedikit menganggap itu merupakan hal yang biasa. Artinya pemeriksaan rutin tidak perlu untuk dilakukan, padahal itu menjadi salah satu usaha menjaga kesehatan. Jangan salah, banyak spesialis bedah mulut dan maksilofasial yang menyarankan periksa rutin. Bukan saja untuk kesehatan tetapi juga untuk mendukung tampilan percaya diri dihadapan banyak orang. Ketika gigi dan mulut sehat, bersih dan tidak ada infeksi pasti akan memperlancar komunikasi.

Masing-masing dokter mempunyai cakupan bidang yang berbeda-beda dalam penanganan pasiennya, begitu pula untuk mereka yang termasuk dalam dokter spesialis gigi dan mulut. Umumnya dokter mengikuti program pendidikan spesialis antara 5-6 tahun atau 12 semester setelah menjadi dokter gigi. Untuk memberikan penanganan yang tepat terhadap pasien, umumnya dokter spesialis gigi dan mulut juga sering melakukan kolaborasi dengan dokter spesialis lainnya. Seperti dokter bedah THT, dokter bedah plastik sampai dengan dokter bedah onkologi.

Seorang dokter yang sudah spesialis pasti akan paham secara mendalam pengetahuan apa saja yang diperlukan. Selain itu bisa juga melakukan penanganan terhadap pencegahan, diagnosis, sampai dengan pengobatan berbagai jenis penyakit atau kondisi yang terjadi didalam mulut ataupun rahang. Umumnya, dokter tersebut dapat menangani beberapa masalah seperti:

  1. Kelainan pada bagian area mulut, rahang, pada bibir sampai dengan bagian langit mulut yang mengalami sumbing.
  2. Abses pada bagian atau area mulut dan rahang.
  3. Masalah tumor atau kista yang ada pada bagian mulut dan rahang, itu termasuk dalam jenis kanker kelenjar air liur, kanker mulut, kanker lidah, sampai dengan kista pada bagian gigi.
  4. Impaksi gigi, dimana itu merupakan kondisi gagalnya proses pertumbuhan gigi dengan posisi yang tepat. Sehingga proses tersebut akan memberikan sebagian atau seluruh gigi terjebak dalam gusi jadi perlu pemeriksaan pada spesialis bedah mulut dan maksilofasial.
  5. Ganguan pada TMJ yaitu sendi yang berfungsi agar terjadi gerakan rahang dan menghubungkan rahang dengan bagian tengkorak.
  6. Infeksi pada gigi, gusi sampai dengan bagian mulut seperti abses gigi dan gusi atau abses pada jaringan mulut dan lidah.
  7. Gangguan saraf pada bagian mulut dan rahang, termasuk juga patah atau retak pada bagian tulang rahang.
  8. Gangguan tidur yang bisa diatasi seperti menggorok sampai dengan sleep apnea.

Ketika melakukan diagnosis umumnya dokter ahli mulut akan menelusuri riwayat seperti apa kesehatan, gejala yang timbul serta beberapa hal yang dirasakan oleh pasien. Setelah itu dokter akan melakukan serangkaian proses pemeriksaan mulai dari bagian fisik seperti gigi, mulut, sampai dengan rahang pasien. Umumnya supaya pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak dokter sesuai, pasien akan disarankan melakukan rontgen gigi dan mulut atau rahang, CT scan, sampai dengan tes pengambilan darah jika diperlukan lebih jauh lagi.

Setelah selesai melakukan pemeriksaan, dokter akan melakukan diagnosa seperti apa masalah kesehatan yang dialami oleh pasien. Kemudian menentukan langkah selanjutnya, apakah sesuai dengan prosedur seperti memberikan obat atau justru perlu penanganan yang lainnya. Karena pihak dokter spesialis bedah mulut dan maksilofasial juga berhak melakukan beberapa langkah lanjutan seperti pencabutan gigi, pemasangan implan, pengangkatan kista, bedah sendi rahang dan masih banyak jenis operasi lainnya. Tetapi tetap saja semua harus melalui prosedur yang sudah jelas dan tepat.